id

Selayang Pandang

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara), atau lebih dikenal dengan ASEAN, telah menunjukkan sejumlah perkembangan signifikan sejak tanggal berdirinya pada 8 Agustus 1967. Tidak hanya mampu memasukkan Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja sebagai anggotanya, ASEAN juga berhasil terlembagakan dari sekadar forum diplomasi menjadi lembaga regional. Piagam ASEAN, yang ditandatangani pada tahun 2007 oleh anggota-anggota ASEAN, merupakan tonggak dari pelembagaan ASEAN. Untuk mendukung pelembagaannya, ASEAN telah merencanakan pendirian ‘Komunitas ASEAN’ pada tahun 2015.

Para pemimpin negara anggota ASEAN tampaknya memiliki target yang lebih tinggi. Pada tahun 2003, para pemimpin ini berencana untuk mencapai Komunitas ASEAN pada tahun 2020. Namun pada tahun 2007 mereka memutuskan untuk mempercepat rencana tersebut dan akhirnya Komunitas ASEAN diharapkan dapat terrealisasikan pada tahun 2015. Komunitas ASEAN 2015 telah membuka banyak peluang dalam bidang politik, ekonomi, dan bidang budaya untuk negara-negara anggota ASEAN.

Rencana berikutnya tercantum dalam Visi Komunitas ASEAN 2025. Namun, harus diakui bahwa Visi Komunitas ASEAN 2025 juga akan menghadirkan berbagai risiko bagi negara-negara anggotanya sebagai hasil dari Komunitas ini.

Untuk menanggapi perkembangan terbaru serta tantangan mungkin akan dihadapi Indonesia setelah munculnya Visi Komunitas ASEAN 2015, Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia menciptakan Pusat Studi ASEAN (ASEAN Study Center/ASC) FISIP UI, berdasarkan SK Dekan No. 522 / H2.F9.D / HKP.D2.04 / 2013 yang dirilis pada 8 Februari 2013. ASC bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam melayani kepentingan nasional Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan Visi Komunitas ASEAN 2025, bersamaan dengan upaya konstruktif untuk memperkuat regionalisme di Asia Tenggara.

ASC dikhususkan untuk meneliti isu-isu terkait ASEAN sebagai institusi maupun proses. Melalui penelitian, konferensi, konsultasi, dan publikasi, ASC berupaya mencari cara-cara mempromosikan tujuan-tujuan ASEAN dalam bidang solidaritas politik, integrasi ekonomi dan kerjasama regional, dan menemukan solusi pragmatis terhadap tantangan dalam mencapai hal tersebut. ASC melakukan studi dan memberikan masukan dan gagasan kepada negara-negara anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN tentang isu-isu dan peristiwa yang membutuhkan tindakan dan tanggapan kolektif ASEAN, terutama yang berkaitan dengan pembentukan Komunitas ASEAN.